BUKAN RAMA DAN SINTA (8)

8. Orang Ketiga

Suasana kafe ini cukup ramai. Alunan music pop yang bertemakan galau ternyata cukup mengganggu. Akhirnya aku meraih tas untuk mengambil headsheet yang ternyata sudah berbentuk tak karuan karena terbelit. Sepertinya lagu-lagu motivasi moveon yang ada di HP memang lebih baik.

“eh maaf udah lama nunggu?” sesosok wanita yang ternyata acha menyadarkanku dari keasikan mendengarkan lagu

“ahh, lumayan” jawabku agak ketus

Kulihat acha melambaikan tangan memanggil pelayan untuk memesan makanan.

“headsheetnya bisa dilepas nggak”

“ah iya”

“aku mau ngomong to the point aja ya lind, kamu sama alfa ada hubungan apa?”tampaknya acha begitu serius, tatapan matanya penuh kekesalan.

Akutergelak mendengar pertanyaan acha. Aku berpikir tampaknya ada nada-nada kecemburuan di setiap ucapannya yang penuh penekanan tersebut.

“hubungan apaan nih maksudnya?” ujarku sambil tersenyum. Sungguh aku tidak bermaksudapa-apa untuk senyuman ini. Ini muncul begitu saja.

“kamu bisa serius nggak, kita ini sama-sama wanita dewasa. Aku kira kamu tau apa yang aku maksud” ujar acha dengan kalimat yang mulai membuatku tegang

“maaf ya cha, kamu kan udah tunangannya alfa. Apa lagi sih yang kamu cemaskan. Kalau aku mah gak lebih dari teman masa kecil aja, gak lebih. Aku kira ini udah bisa menjawab semuanya kan?” ujarku dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

“hanya teman masa kecil? Ya mungkin teman masa kecil yang bisa membuat alfa gak membalas setiap chat dan mengangkat semua teleponku dari kemarin sejak bertemu kamu”

Pembicaraan kami tiba-tiba terhenti dengan kedatangan pelayan yang membawa buku menu.

“jus jeruk aja 2 mbak” ujar acha

“ada lagi kak?” jawab pelayan sambil mencatat yang disebutkan

“udah itu aja” jawab acha lagi

Aku cukup terkejut melihat aksi acha saat memesan minuman. Bagaimana mungkin dia memesan minuman tanpa persetujuanku. Kurasa dia cukup egois orangnya, atau mungkin otoriter.

“aku masih menunggu jawaban kamu loh” ujar acha sambil memainkan hp yang sedari tadi masih dipegangnya

“ok, gini ya cha. Pertemuan kami kemarin itu adalah pertemuan pertama kami semejak dari tamat smp. Jadi bagaimana mungkin kami memiliki hubungan, dan kalaumengenai respon alfa terhadap chat dan telepon kamu sih aku benar-benar nggak tau ya” aku menjawab pertanyaan acha cukup emosi

“oh ya cha, aku kira pembicaraan kita mungkin bisa gak penuh emosi gini, bisa dibicarain baik-baik kan?”

“maaf lind. Aku benar-benar gak bisa berpikir jernih. Aku memperjuangkan cinta alfaudah dari awal kuliah. Aku benar-benar berjuang mati-matian. Tak terhitung berapa kali alfa udah menolak perasaanku. Aku melakukan apapun yang bisa membuat alfa terkesan dan bisa memandangku lebih. Hingga akhirnya akhir tahun kemarin, saat ibunya ulang tahun dia menerima perasaanku karena desakan ibunya. Dan sekarang sepertinya alfa perlahan bisa menerimaku. Yah, sampai sebelum bertemu kamu kemarin. Aku harap kamu bisa mengerti, please jangan jadi orang ketiga diantara kami” ujar acha panjang lebar sambil meraih tas dan meletakkan uang diatas meja. Kemudian pun meninggalkan kursi yang didudukinya.  

Aku begitu terkejut dengan pernyataan acha yang menyebutku sebagai orang ketiga dalam hubungan mereka. Ah, rasanya begitu hina saat mendengar kata-kata itu.

Iklan

BUKAN RAMA DAN SINTA (7)

7. Mimpi dan harapan

“Dulu hati dipamainkan, kini hatimampamainkan (dahulu hati di permainkan,sekarang hati yang mempermainkan) Lamo denai mancari jawek, lah batamuhilang pulo (lama aku mencari jawaban,setelah bertemu hilang pula)” Sebait lagu yang menemani perjalananmenjelang pulang kerumah. Ragu, mungkin ini satu kata yang kini terucap. Apakahaku akan sanggup menjalani pekerjaan satu kantor dengan Alfa? Ini satu-satunyaperusahaan yang menerimaku dari berbagai macam lamaran yang telah aku buat.Bagaimanapun aku membutuhkan pekerjaan ini untuk mendapatkan pengalaman.Terkadang aku berpikir ini semuanya adalah sebuah takdir, entah itu takdirburuk atau takdir baik. Semuanya serba membingungkan.

“maaf mbak, ini mau diantar kealamat mana? Mbak, mbak”

“ah iya pak, ke jalan anggrek no 4”

Diperjalanan Ponselku tiba-tiba saja bergetar, ada 2 pesan di WA dari nomor yang tidak kukenal. Entah kenapa aku selalu berharap Alfalah si pengirim pesan itu. Aku segera menepis pikiran itu, bagaimanapun Alfa sekarang memiliki tunangan sedangkan aku bukanlah siapa-siapa baginya. Aku sekarang tidak lebih dari sekedar teman lama.

Pesan 1

“Hy alind, ini acha. Lansung aja ya, aku mau ketemu ama kamu di kafe KAMU jam 8”.

Aku masih bertanya-tanya apa maksud pesan acha. Bagaimanapun ini hal yang aneh bagi kami yang baru berkenalan.

Pesan 2

“Masih ingat aku kan lind? Alfa”

Pesan dari Alfa makin membuat aku semakin bingung.

PUISI “KOSONG”

Kosong
By:Anita marlinda

Gelap….
aku tak dapat menatap
terhalang Kabut-kabut yang berterbangan
Silau bagaikan sinar mentari
Ku melihat tapi tak bisa melihat
Kenapa??

Diam….
Sepi, sunyi,senyap…..
Apakah dunia ini kosong?
Tidak!!!!!!!!
Ku mendengar tapi tak bisa mendengar

Senyumanku bak ditelan bumi
Hilang?? kemana???

CERPEN “RASA ITU MASIH ADA”

Rasa Itu Masih Ada

Karya : Anita marlinda

Lebaran, liburan adalah satu-satunya kesempatan untukku menginjakkan kaki di kampungku tercinta ini. Ya begitulah, aku disibukkan dengan tugas sekolah yang selalu menungguku di kota yang jauh disana. Jaraknya sekitar 3 jam perjalanan lah dari rumahku. Sebenarnya masih belum bisa dibilang kota harusnya disebut kabupaten saja.

Selesai sholat ied aku dan keponakanku tercinta ingin mengisi perut kami yang keroncongan. Rasanya sudah tak sabar mengecap mie ayam yang sudah menjadi langganan kami berdua. Ditemani rintik-rintik hujan kami terus berjalan. Yah ini sangat penting untuk melepas rindu kami karena satu bulan ini kami berpuasa.

Sekitar jam 4 setelah sholat ashar kami mengunjungi rumah sanak keluarga kami dengan membawa sedikit kue khas lebaran di tempat kami. Rasanya ada 3 orang yang menungguku ditempat parkiran motor. Rasa penasaran pun muncul dibenakku. Siapa mereka? Makin mendekat rasanya aku makin mengenali mereka. Ya ampun itu kan “jiji,putra,dan faizal” aduh aku harus bagaimana? Ah, santai saja pikirku. Diakan bukan siapa-siapa ku lagi. Anggap saja hanya seperti bertemu teman masa kecil seperti biasanya. Dengan senyuman kusapa mereka.

“hai lin, minta salam lebaran dong” ujar jiji padaku.

Aku tersenyum sambil mengangkat tanganku seperti khas gaya islam.

“Kalian sombong sekarang ya?” ujarku berupaya mengalihkan pembicaraan.

Rasanya tidak enak juga pada mereka. Nanti mereka pikir aku yang sombong,aku yang berubah. Ah, terserahlah….

“masa iya, apa gak sebaliknya?” jiji berupaya membalikkan perkataanku dengan senyuman yang dulu biasa kulihat.

“kalian mau kemana?”

“ini ngantarin teman” ujar jiji sambil menoleh kebelakang.

“Ohhh..” ujarku migkat.

Ih, si Faizal itu kenapa sih. Gak sopan bangat deh. Masa menghadapkan punggungnya padaku. Apa dia malu? Apa dia gak mau lagi liat aku? Atau???? Sejuta pertanyaan berkecamuk didadaku. Ah, entahlah…

Aku pergi….

****

“Hai lin, Faizal menunggumu di depan kelas” suara itu membangunkanku dari lamunanku yang tak berujung.

“apa? Faizal? Bukankah tadi dia hanya menghadapkan punggungnya padaku. Apa secepat itu berubahnya?”

Ku telusuri gang-gang sekolah. Kuhampiri sahabatku rahmi yang sedang duduk dikursi taman.

“mi, katanya…” ujarku agak tak percaya.

“ya lin, Faizal nunggu kamu tuh. Didepan kelas. Selamat ya”

Rahmi tampaknya senang sekali. Aku saja tidak percaya dengan berita itu. bagaimana mungkin?.

Ah terus sajalah pikirku. Kulihat disana ada Faizal yang sedang duduk menunggu. Ku hampiri gak ya?.

“ada apa fai, katanya kamu manggilku ya?”

“iya, emangnya kenapa?

“gak…..”

Faizal menatapku. Tatapannya dalam sekali. Dia menarik tanganku. Didekap didadanya. Dan membisikkan sesuatu

“lin, kamu masih mau kan jadi pacarku”

Kulepaskan tanganku darinya.

“kamu kan sudah punya pacar Fai, aku tau itu. namanya nadia kan?”

“Ssttt!! Aku akan putuskan dia. Aku gak pernah benar-benar cinta sama dia. Lin, setelah dua tahun berpisah aku sadar, yang aku cintai itu Cuma kamu” ujar Faizal sambil menatapku.

“tapi Fai, aku gak mau yang waktu SMP terulang kembali. Kamu pergi ninggalin aku tanpa sebab. Aku gak mau itu lagi Fai?” aku juga tidak tahu. Kenapa kata-kata itu yang terlontar dari mulutku ini.

“lin, aku berharap kamu percaya hal ini. Hal itu gak kan terulang lagi. Beri aku kesempatan lagi lin. Aku akan perbaiki semuanya”.

“aku masih sayang kamu lin, sama seperti 2 tahun yang lalu”.

“tapi Fai,…”

KRING…KRING….KRING…. WAKTUNYA UNTUK BANGUN SEKARANG JAM ENAM TEPAT.

“Lin!! Bangun, belum sholat subuh kan? Lin…” mama memanggilku berulang kali.

Perlahan kubuka mataku. Dengan samar-samar kulihat sinar mentari yang mulai menembus jendela kamarku. Aku sendiri jadi bingung. Kenapa bisa lagi tidur begini. Apa semua yang tadi terjadi hanya mimpi??

BUKAN RAMA DAN SINTA (6)

6. Pertemuan

Dengan pakaian rapi dan semangat baru aku melangkahkan kaki menuju halte bus. Ya, hal ini pun mungkin juga sama seperti karyawan-karyawan baru lain rasakan. Sesekali kulirik kaca mobil didepan yang sedang berjejer rapi mempersilahkanku untuk memastikan kesiapan penampilan pertamaku di kantor. Aku diterima bekerja disebuah bank milik swasta sebagai  kredit analysis. Sebuah pekerjaan yang baru bagiku yang masih menyandang gelar fresh graduated.

Menjadi karyawan baru bukan berarti perjuangan harus berakhir, hari ini kami ada pelatihan dan pemberian materi mengenai perusahaan tempat kami bekerja. Lelah, itu pasti. Tapi tak boleh ada kata menyerah yang boleh terucap. Akhirnya kami sampai pada materi terakhir untuk hari ini, kami dipersilahkan untuk mengenal para senior yang menghadiri penutupan hari ini.

Tunggu dulu, rasanya aku sangat mengenal pemilik senyum manis itu. Pria tampan yang berdiri beberapa meter di depanku yang sedang asyik bercengkrama dengan sekelompok pria yang juga mengenakan setelan jas dengan gunting rambut yang sangat rapi. Astaga, bukankah itu Alfa?? Alfa juga bekerja di bank ini? Bukan! Ini mungkin saja sebuah ilusi saja atau bahkan seseorang yang agak mirip saja.

Aku berhasil menepis pikiranku tentang pria itu, kemudian kulirik jam tangan yang sedari tadi minta diperhatikan. Ya, sekarang memang sudah waktunya kembali ke kos-an.

“hai, karyawan baru juga ya?” ujarku menyapa wanita cantik dengan setelan kantor yang sangat fashionable yang juga sedang menunggu di halte dekat kantor kami

“ah, bukan. Aku kerja di kantor sebelah, lagi nunggu jemputan” jawabnya sambil sesekali memperhatikan layar smartphone di tangannya

“ooh, sepertinya kita akan sering bertemu. Perkenalkan namaku Alind, kamu?”

“aku tasha, panggil acha saja”

“udah lama kerja di situ cha?”

“belum lama juga sih, hampir satu tahunanlah. Eh maaf alind, sepertinya aku duluan ya..”

“oh yaaa”

Toyota avansa putih itu menepi. Sesosok pria yang mobilnya datang dari arah kantorku pun menghentikan mobilnya sambil menurunkan kaca mobil.

“sayang, udah lama nunggu yaa”

“nggak kok, ini juga ditemani teman aku. Oh ya alind, aku duluan yaa..”

Sosok pria itu keluar dari mobilnya, setelah Acha  menyebut namaku. Wajahnya memang tidak terlihat jelas. Tapi aku merasakan sesuatu yang berbeda, seperti dejavu . ah entahlah..

Astaga, sepertinya dia laki-laki yang kulihat tadi. Alfakah?? Sekarang tampilannya memang berbeda. Tambah tinggi, dadanya lebih bidang, ditambah lagi dengan setelan kantor yang melekat di tubuhnya.

“Alind??”

“Alfa??”

Ini pasti mimpi, sama seperti beribu mimpi-mimpi sebelumnya yang aku alami. Alfa selalu saja datang dengan semua kejutan-kejutan romantisnya dan kemudian tiba-tiba saja pergi.

“hey! kok kalian malah bengong. Udah pada saling kenal yaaa” ujar Acha yang sepertinya sangat kebingungan

Aku masih belum bisa membayangkan kalau semua ini adalah sebuah kenyataan. Tuhan, kalau ini mimpi tolong aku segera dibangunkan. Mimpi lagi? Tidakkah cukup beribu mimpi selama bertahun-tahun ini?

“iya sayang, ini Alind. Teman lama aku” Alfa menjawab pertanyaan acha

“ah, begitu” jawab acha yang sepertinya masih agak kebingungan sambil menatap Alfa yang masih berdiri di depannya

Tunggu dulu, alfa memanggil acha sayang?. sepertinya semua harapan-harapan aneh yang ada selama ini pupus sudah. Begitu juga mimpi-mimpi indah yang sering menghampiri. Seindah apapun mimpi itu, bukankah itu tetap sebuah mimpi?

“kalian…”

“alfa tunanganku lind, kami bertunangan sebulan yang lalu”

“tunangan??” aku menjawab dengan penuh pertanyaan.

Rasanya aku ingin berteriak, menangis sekeras-kerasnya. Ini sebuah kenyataan yang tak pernah aku harapkan, membayangkannya saja aku tak pernah.

“aku duluan ya..”

Aku berlalu, tak mempedulikan alfa yang memanggil-manggilku. SekilasTerdengar sayup-sayup pertengkaran mereka. I don’t care.

BUKAN RAMA DAN SINTA (5)

5. Cerita baru

Disini benar-benar berbeda dan  aku menemukan hal yang paling sulit untuk kulakukan yaitu sosialisasi dan semua peraturan yang begitu menyiksa. Semuanya sulit untuk dilakukan, rasanya aku tak bisa bertahan lebih lama dan aku mulai menyerah.

“Maaf ummi, bolehkah ana menggunakan telepon?”

antum mau menelpon siapa?”

“orang tua ana ummi”

“silahkan, tapi jangan lama-lama ya. Teman antum yang lain juga sudah banyak yang ngantri”

“baik ummi”

Aku tak bisa lagi menahan air mata yang sudah terbendung selama satu semester disini.

“assalamualaikum ma” ujarku sambil terisak

“kenapa nak, alind baik-baik saja kan?”

“ma, alind nggak kuat disini mah. Alind mau pindah aja mah”

“loh, kan alind yang mau sekolah disitu. Yaudah, nanti mama rundingkan dulu sama papa ya nak”

“maafin alind ya mah”

“oh ya nak, nilai semester satunya bagaimana?”

“tidak terlalu buruk ma, tapi alind keluar dari peringkat selama ini. Alind rangking 10 ma”

Diluar dugaan, papa mengizinkan aku pindah dari pesantren. Papa bilang aku akan dipindahkan ke sekolah di tempat tanteku bulan depan. Ini berarti aku harus menguatkan diri untuk tetap tinggal disini beberapa minggu lagi.

BUKAN RAMA DAN SINTA (4)

4. Selamat tinggal

Akhirnya selesai juga menyiapkan persyaratan untuk mendaftar di pesantren . photo copy ijazah, rapor, pas photo 3×4, SKHUN, dan segala jenis sertifikat. Semuanya sudah tertata rapi di atas meja menunggu dimasukkan ke map warna merah dan dikirimkan lewat kantor pos.

Papa memang tidak tanggung-tanggung, aku dimasukkan ke pesanteren di jawa. Membayangkannya saja sudah membuatku takut. Dan satu dari ratusan peraturan yang kuingat adalah “santri hanya diperbolehkan pulang 1 X dalam satu semester, kecuali ada hal yang sangat penting”. Bagaimana aku bisa bertahan disana? Ah, aku pasti bisa. untung saja semua tes yang aku jalani secara online. Tahap demi tahap telah dijalani. Dan hanya menunggu pengumuman kelulusan.

****

“Alind!! Bangun nak, ada temannya datang. Alind!!!” teman??? Hari jumat?? mungkin hanya taktik mama untuk membangunkan aku yang masih tertidur saat matahari sudah mulai meninggi. Aku pun menarik selimut dan kembali melanjutkan mimpi.

“alind!” Mama kembali memanggil.

“Ya  ma, ada siapa ma? Alind masih ngantuk”

“ada alfa di luar nyariin kamu”

Haaa?? Alfa?? Datang kerumah?? Ahh, bagaimana ini..  mendengar  nama alfa, otakku lansung aktif. Dengan menngunakan baju tidur warna coklat dan rambut yang sedikit acak-acakan aku memberanikan diri menghampiri alfa yang sudah menunggu diluar.

Sedikit tertawa alfa memandangiku yang tengah membuka pintu. “kenapa? Ada yang aneh?”

“ooh, nggak”

“ngapain loe kesini?” ujarku dengan nada yang agak ketus.

“loe nggak daftar di sma-sma itu ya lind?”

Kenapa alfa bisa tau? Perasaan yang tau hanya keluargaku saja.

“ooh iya, aku daftar dipesantren fa”

“kenapa loe nggak bilang?”

“lah, loe sendiri ngga nanya  dan juga kenapa aku harus bilang? lagipula Bukannya dulu loe bilang mau masuk sekolah bola ya?”

“lupakan soal sekolah bola!!”ucap alfa tergas

“loh kok marah pula sih?”

“maaf, yaudah lind aku pulang dulu”

Alfa pergi, dan aku masih terpaku dengan semua hal yang terjadi.

CONTOH BUSINESS PLAN

heyy 🙂 akhirnya saya aktif lagi setelah sekian lama istirahat dari dunia per-blog-an.. cieelaah, bahasanya. kali ini saya mau ngeshare beberapa tugas kuliah nih yaitu tugas kewirausahaan.. yaa, sebagai anak ekonomi sejati saya gak akan lepas dari tugas ini.  semoga dapat membantu penyelesaian tugas kamu juga yaaa, iyaa KAMU 🙂 eeits, tapi jangan di COPAS YA..

download  aja business-plan-pendirian-usaha, eitss.. jangan lupa komentarnya yaa..

MAKALAH PKN TENTANG KONSTITUSI

Makalah Pendidikan Kewarganegaraan
Konstitusi
OLEH
KELOMPOK 5

 

ANITA MARLINDA

FITRI HANDAYANI

MUTHIA YASMIN

NUZUL ABDI MA’RIFATULLAH

 

 

 
 

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS ANDALAS

PADANG,2014

 

 

 

 

 

 
  1. PENGERTIAN KONSTITUSI

Istilah konstitusi berasal dari bahasa Perancis (constituer) yang berarti membentuk. Dalam kontes ketatanegaraan, konstitusi dimaksudkan dengan pembentukan suatu negara atau menyusun dan menyatakan sebuah negara. Konstitusi juga berarti peraturan dasar mengenai pembentukan suatu negara.

  1. Dalam bahasa Belanda, konstitusi dikenal dengan istilah Grondwet, yang berarti undang undang dasar.
  2. Menurut Chairul Anwar, konstitusi adalah fundamental laws tentang pemerintahan suatu negara dan nilai nilai fundamentalnya.
  3. C. Wheare, konstitusi adalah keseluruhan sistem ketatanegaraaan suatu negara yang berupa kumpulan peraturan yang membentuk mengatur /memerintah dalam pemerintahan suatu negara.
  4. Herman heller, konstitusi mempunyai arti luas daripada UUD. Konstitusi tidak hanya bersifat yuridis tetapi juga sosiologis dan politis.
  5. Lasalle, konstitusi adalah hubungan antara kekuasaaan yang terdapat di dalam masyarakat seperti golongan yang mempunyai kedudukan nyata di dalam masyarakat misalnya kepala negara angkatan perang, partai politik, dsb.
  6. J Van Apeldoorn, konstitusi memuat baik peraturan tertulis maupun peraturan tak tertulis.
  7. Koernimanto Soetopawiro, istilah konstitusi berasal dari bahasa latin cisme yang berarti bersama dengan dan statute yang berarti membuat sesuatu agar berdiri. Jadi konstitusi berarti menetapkan secara bersama.

 

Maka Konstitusi dapat diartikan peraturan dasar dan yang memuat ketentuan – ketentuan pokok dan menjadi satu sumber perundang- undangan. Konstitusi adalah keseluruhan peraturan baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur secara mengikat cara suatu pemerintahan diselenggarakan dalam suatu masyarakat negara.

 

 

 

  1. UNSUR-UNSUR KONSTITUSI

Menurut Sovernin Lohman, di dalam makna konstitusi terdapat tiga unsur yang sangat menonjol, yaitu:

1) Konstitusi dipandang sebagai perwujudan perjanjian masyarakat (kontrak sosial). Artinya, konstitusi merupakan hasil kerja dari kesepakatan masyarakat untuk membina negara dan pemerintahan yang akan mengatur mereka.

2) Konstitusi sebagai piagam yang menjamin hak-hak asasi manusia dan warga negara sekaligus menentukan batas-batas hak dan kewajiban warga negara dan alat-alat pemerintahannya.

3) Konstitusi sebagai forma regimenis, yaitu kerangka bangunan pemerintahan.
Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa konstitusi atau undang-undang dasar adalah suatu kerangka kerja suatu negara yang menjelaskan tujuan pemerintahan negara tersebut diorganisir dan dijalankan.

 

  1. SIFAT DAN FUNGSI KONSTITUSI

Sifat pokok konstitusi negara adalah fleksibel (luwes) dan juga rigid (kaku). Konstitusi dikatakan fleksibel apabila konstitusi itu memungkinkan adanya perubahan sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan masyarakat. Konstitusi dikatakan kaku apabila konstitusi itu sulit diubah kapanpun kecuali melalui amandemen.

Fungsi pokok konstitusi negara adalah untuk membatasi kekuasaan pemerintahan negara sedemikian rupa agar penyelenggaraan kekuasaan pemerintahan negara tidak bersifat sewenang-wenang, sehingga hak-hak warga negara terlindungi atau terjamin. Gagasan ini selanjutnya dinamakan konstitusionalisme.

 

 

 

 

  1. TUJUAN KONSTITUSI
  2. Membatasi kekuasaan penguasa agar tidak bertindak sewenang – wenang maksudnya tanpa membatasi kekuasaan penguasa, konstitusi tidak akan berjalan dengan baik dan bisa saja kekuasaan penguasa akan merajalela dan bisa merugikan rakyat banyak.
  1. Melindungi HAM maksudnya setiap penguasa berhak menghormati HAM orang lain dan hak memperoleh perlindungan hukum dalam hal melaksanakan haknya.
  2. Pedoman penyelenggaraan negara maksudnya tanpa adanya pedoman konstitusi negara kita tidak akan berdiri dengan kokoh.
  3. Untuk melepaskan kontrol kekuasaan dari penguasa itu sendiri.

 

  1. ISI KONSTITUSI

Mengingat pentingnya konstitusi dalam suatu negara ini, Struycken dalam bukunya “Het Staatstrecht van Het Koninkjrik den Nederlander” menyatakan bahwa Undang-Undang Dasar sebagai Konstitusi tertulis berisikan:

  1. Hasil perjuangn politik bangsa di waktu yang masa lampau,
  2. Tingkat-tingkat tertinggi perkembangan ketatanegaraan bangsa,
  3. Pandangan tokoh-tokoh bangsa yang hendak diwujudkan baik untuk waktu sekarang maupun untuk waktu yang akan datang,
  4. Suatu keinginan dimana perkembangan kehidupan keatatanegaraan bangsa hendak dipimpin.

 

 

  1. NILAI KONSTITUSI

Menurut Karl Loewenstein, ada dua nilai konstitusi yaitu:

  1. Nilai Normatif

Nilai ini diperoleh apabila penerimaan segenap rakyat suatu negara konstitusi benar-benar murni dan konsekuen. Konstitusi ditaati dan dijunjung tinggi tanpa ada penyelewengan sedikitpun. Dengan kata lain, konstitusi telah dapat dilaksanakan sesuai dengan isi dan jiwanya baik dalam produk hukum maupun dalam bentuk kebijakan pemerintah.

 

 

  1. Nilai Nominal

Nilai ini diperoleh apabila ada kenyataan sampai dimana batas-batas berlakunya itu. dalam batas-batas berlakunya itulah ynag dimaksud dengan nilai nominal konstitusi. Contohnya, ketentuan pasal 1 aturan peralihan UUD 1945 sebelum amandemen tidak berlaku lagi karena PPKI tugasnya hanya pada masa peralihan dan badan itu sendiri sudah tidak berlaku lagi sekarang.

 

  1. KEDUDUKAN KONSTITUSI

Undang-Undang Dasar memiliki kedudukan tertinggi dalam peraturan perundang-undangan, karena setiap perundangan yang berada dibawahnya tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundangan yang ada di atasnya dan apabila ada peraturan perundangan yang tidak sesuai dengan Undang-Undang Dasar harus dicabut. Undang-Undang Dasar juga dipergunakan sebagai dasar dalam penyusunan peraturan perundangan yang ada di bawahnya.

UUD yang memiliki kedudukan tertinggi sebagai fundamental law (hukum dasar). Sebagai hukum dasar yang tertulis, konstitusi mengatur tiga masalah pokok:

  1. Jaminan terhadap hak asasi manusia
  2. Ditetapkan susunan ketatanegaraan yang bersifat mendasar
  3. Adanya pembagian atau pembatasan tugas-tugas ketatanegaraan yang juga bersifat mendasar.

 

  1. MACAM-MACAM KONSTITUSI

1) Konstitusi tertulis dan konstitusi tidak tertulis

Suatu konstitusi disebut tertulis bila berupa suatu naskah, sedangkan konstitusi tidak tertulis tidak berupa suatu naskah dan banyak di pengaruhi oleh tradisi konvensi. Contoh konstitusi Inggris yang hanya berupa kumpulan dokumen. Contoh konstitusi Inggris yang hanya berupa kumpulan dokumen.

 

2) Konstitusi fleksibel dan konstitusi rigid

Pengertian konstitusi fleksibel adalah konstitusi yang di amandemen tanpa adanya prosedur khusus, sedangkan konstitusi yang kaku adalah konstitusi yang mensyaratkan suatu adanya prosedur khusus dalam melakukan amandemen. Dikatakan konstitusi itu flexible apabila konstitusi itu memungkinkan adanya perubahan sewaktu-waktu sesuai perkembangan msyarakat (contoh konstitusi Inggris dan Selandia baru).

Ciri-ciri konstitusi fleksibel mempunyai ciri-ciri pokok, antara lain:

  • Sifat elastis, artinya dapat disesuaikan dengan mudah.
  • Dinyatakan dan dilakukan perubahan adalah mudah seperti mengubah undang-undang

Sedangkan Pengertian konstitusi rigid apabila konstitusi itu sulit diubah sampai kapan pun (contoh : USA, Kanada, Indonesia dan Jepang).

Ciri ciri Konstitusi rigid mempunyai ciri-ciri pokok, antara lain:

  • Memiliki tingkat dan derajat yang lebih tinggi dari undang-undang.
  • Hanya dapat diubah dengan tata cara khusus/istimewa.

3) Konstitusi derajat tinggi dan konstitusi derajat tidak derajat tinggi (Supreme and not supreme constitution).

Konstitusi derajat tinggi, konstitusi yang mempunyai kedudukan tertinggi dalam negara (tingkatan peraturan perundang-undangan). Sedangkan konstitusi tidak derajat tinggi ialah konstitusi yang tidak mempunyai kedudukan serta derajat seperti konstitusi derajat tinggi.

4) Konstitusi Negara Serikat dan Negara Kesatuan (Federal and Unitary Constitution).

Bentuk negara akan sangat menentukan konstitusi negara yang bersangkutan. Dalam suatu negara serikat terdapat pembagian kekuasaan antara pemerintah federal (Pusat) dengan negara-negara bagian. Hal itu diatur di dalam konstitusinya. Pembagian kekuasaan seperti itu tidak diatur dalam konstitusi negara kesatuan, karena pada dasarnya semua kekuasaan berada di tangan pemerintah pusat.

5) Konstitusi Pemerintahan Presidensial dan pemerintahan Parlementer (President Executive and Parliamentary Executive Constitution).

Ciri ciri Konstitusi sistem pemerintahan presidensial (strong) terdapat ciri-ciri antara lain:

  • Presiden memiliki kekuasaan nominal sebagai kepala negara, tetapi juga memiliki kedudukan sebagai Kepala Pemerintahan.
  • Presiden dipilih langsung oleh rakyat atau dewan pemilih.
  • Presiden tidak termasuk pemegang kekuasaan legislatif dan tidak dapat memerintahkan pemilihan umum.

Ciri-ciri Konstitusi sistem pemerintahan parlementer menurut (Sri Soemantri) yaitu:

  • Kabinet dipimpin oleh seorang Perdana Menteri yang dibentuk berdasarkan kekuatan yang menguasai parlemen.
  • Anggota kabinet sebagian atau seluruhnya dari anggota parlemen.
  • Presiden dengan saran atau nasihat Perdana menteri dapat membubarkan parlemen dan memerintahkan diadakan pemilihan umum.

SEJARAH LAHIRNYA KONSTITUSI DI INDONESIA

Sebagai negara berdasarkan hukum, tentu saja Indonesia memiliki konstitusi yang dikenal dengan Undang-Undang Dasar 1945. Eksistensi Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi di Indonesia diterima sebagai landasan hukum bagi pelaksanaan ketatanegaraan di Indonesia.

Dalam saejarahnya Undang-Undang Dasar 1945 dirancang sejak 29 Mei 1945 sampai 16 Juni 1945 oleh Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Badan ini kemudian menerapkan tim khusus yang bertugas menyusun konstitusi bagi Indonesia merdeka yang kemudian dikenal dengan nama Undang-Undang Dasar 1945 (UUD `45). Para tokoh perumus itu antara lain DR. Radjiman Widiodiningrat, Ki Bagus Hadikoesoema atau dan lain-lain.

Latar belakang terbentuknya konstitusi (UUD `45) bermula dari janji Jepang untuk memberikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia di kemudian hari. Janji tersebut antara lain berisi “ sejak dahulu sebelum pecahnya peperangan Asia Timur Raya, DAI NIPPON sudah mulai berusaha membebaskan bangsa Indonesia dari kekuasaan pemerintah Hindia Belanda”. Setelah kemerdekaan diraih, kebutuhan akan sebuah konstitusi resmi nampaknya tidak bisa ditawar-tawar lagi, dan segera harus dirumuskan. Sehingga lengkaplah Indonesia menjadi sebuah negara yang berdaulat. Pada tanggal 18 Agustus 1945 atau sehari setelah ikrar kemerdekaan , Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengadakan sidangnya yang pertama kali dan menghasilkan beberapa keputusan di antaranya sebagai berikut :

  1. Menetapkan dan mengesahkan pembukaan UUD 1945 yang bahannya diambilkan dari rancangan undang-undang yang disusun oleh Panitia Perumus pada tanggal 22 Juni 1945
  2. Menetapkan dan mengesahkan UUD 1945 yang bahannya hampir seluruhnya di ambil dari RUU yang disusun oleh panitia perancang UUD tanggal 16 juni 1945.

Dengan terpilihnya presiden dan wakil presiden atas dasar Undang-Undang Dasar 1945 itu, maka secara formal Indonesia sempurna sebagai sebuah negara. Syarat-syarat yang lazim diperlukan oleh setiap negara telah ada diantaranya yaitu :

  1. Rakyat yaitu bangsa Indonesia
  2. Wilayah Kedaulatan
  3. Pemerintah
  4. Tujuan negara
  5. Bentuk negara

 

  1. KONSTITUSI DI INDONESIA

Dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia, konstitusi atau UUD 1945 yang diberlakukan di Indonesia telah mengalami perubahan-perubahan dan masa berlakunya sejak diproklamirkannya kemerdekaan NKRI yakni dengan rincian sebagai berikut:

  1. UUD 1945 (18 Agustus 1945-27 Desember 1949);
  2. Konstitusi RIS (27 Deseber 1949-17 Agustus 1950);
  3. UUDS RI 1950 (17 Agustus 1950-5 Juli 1959);
  4. UUD 1945 (5Juli 1959-19 Oktober 1999);
  5. UUD 1945 dan perubahan I (19 Oktober 1999-18 Agustus 2000);
  6. UUD 1945 dan perubahan I dan II (18 Agustus 2000-9 Nopember 2001);
  7. UUD 1945 dan perubahan I, II dan III (9 Nopember 2001-10 Agustus 2002);
  8. UUD 1945 dan perubahan I, II, III, dan IV (10 Agustus 2002).

 

  1. PERUBAHAN KONSTITUSI DI INDONESIA

Dalam UUD 1945 menyediakan satu pasal yang berkenaan dengan cara perubahan UUD yaitu pasal 37 yang menyebutkan:

  1. Untuk mengubah UUD sekurang-kurangnya 2/3 daripada jumlah anggota MPR harus hadir;
  2. Putusan diambil dengan persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 jumlah anggota yang hadir.

Pasal 37 tersebut mengandung 3 norma yaitu:

  1. Bahwa wewenang untuk mengubah UUD ada pada MPR sebagai lembaga tertinggi negara;
  2. Bahwa untuk mengubah UUD, kuorum yang harus dipenuhi sekurang-kurangnya adalah 2/3 dari seluruh jumlah anggota MPR;
  3. Bahwa putusan tentang perubahan UUD adalah sah apabila disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari anggota MPR yang hadir.

Kesulitan perubahan konstitusi menurut KC. Wheare, memiliki motif-motif tersenidiri yaitu:

  1. Agar perubahan konstitusi dilakukan dengan pertimbang yang masak, tidak secara serampangan dan dengan sadar (dikehendaki);
  2. Agr rakyat mendapat kesempatan untuk menyampaikan pandangannya sebelum perubahan dilakukan;
  3. Agar –dan ini berlaku di negara serikat- kekuasaan negara serikat dan kekusaan negara-negara bagian tidak diubah semata-mata oleh perbuatan masing-masing pihak secara tersendiri;
  4. Agar hak-hak perseorangan atau kelompok minoritas agama atau kebudayaannya mendapat jaminan.

 

  1. TUJUAN PERUBAHAN UUD 1945
  2. Menyempurnakan aturan dasar mengenai tatanan negara dalam menyampai tujuan nasional yang tertuang dalam pembukaan UUD NKRI Tahun 1945 dan memperkokoh NKRI yang berdasarkan Pancasila.
  3. Menyempurnakan aturan dasar mengenai jaminan dan pelaksanaan kedaulatan rakyat serta memperluas partisipasi rakyat agar sesuai dengan perkembangn paham demokrasi.
  4. Menyempurnakan aturan dasar mengenai jaminan dan perlindungan hak asasi manusia agar sesuai dengan perkembangan hak asasi manusia dan perdaban umat manusia yang sekaligus merupakan syarat bagi suatu negara hukum yang dicita-citakan oleh UUD NKRI Tahun 1945.
  5. Menyempurnakan aturan dasar penyelenggaraan negara secara demokratsi dan modern, antara lain melalui pembagian kekusaaan yang lebih tegas, sistem saling mengawasi dan saling mengimbangi (chek and balance) yang lebihb ketat dan transparan, daan pembentukan lembaga-lembaga negara yang baru untuk mengakomodasi perkembangan kebutuhan bangsa dan tentangan zaman.
  6. Menyempurnakan aturan dasar mengenai jaminan konstitusional dan kewajiban negara mewujudkan kesejahteraan sosial, mencerdaskan kehidupan bangsa, menegakkan etika, moral, dan solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara sesuai dengan harkat dan martabat kemanusian dalam perjuangan mewujudkan negara sejahtera.
  7. Melengkapi aturan dasar yang sangat penting dalam penyelenggaraan negara bagi eksistensi negara dan perjuangan negara mewujudkan demokrasi, seperti pengaturan wilayah negara dan pemilihan umum.
  8. Menyempurnakan aturan dasar dan mengenai kehidupan bernegra dan berbangsa sesuai dengan perkembang aspirasi, kebutuhan, serta kepentingan bangsa dan negara Indonesia dewasa ini sekaligus mengakomodasi kecendrungannya untuk kurun waktu yang akan datang.

 

 

 

 

 

PERBEDAAN ANTARA UUD DAN KONSTITUSI

 

UUD Konstitusi
Memuat peraturan tertulis saja. Memuat peraturan tertulis dan lisan.
Bersifat dasar dan belum memiliki sanksi pemaksa atau sanksi pidana bagi penyelenggaraanya. Bersifat dasar, belum memiliki sanksi pemaksa atau sanksi pidana bagi penyelenggaraanya, timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara meskipun tidak tertulis.
Mengandung pokok-pokok sebagai berikut:

  Adanya jaminan terhadap HAM dan warganya

  Ditetapkan susunan ketatanegaraan suatu negara yang bersifat fundamental

  Adanya pembagian dan pembatasan tugas ketatanegaraan yang juga bersifat fundamental

Memuat ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

  Organisasi negara, misalnya pembagian kekuasaan antar badan legislatif, eksekutif, dan yudikatif

  HAM

  Prosedur mengubah UUD

  Ada kalanya memuat larangan untuk mengubah sifat tertentu dari UUD

Contoh : UUD NKRI 1945 Contoh : Konstitusi RIS 1949