cerpen

Rasa Itu Masih Ada

Karya : Anita marlinda

Lebaran, liburan adalah satu-satunya kesempatan untukku menginjakkan kaki di kampungku tercinta ini. Ya begitulah, aku disibukkan dengan tugas sekolah yang selalu menungguku di kota yang jauh disana. Jaraknya sekitar 3 jam perjalanan lah dari rumahku. Sebenarnya masih belum bisa dibilang kota harusnya disebut kabupaten saja.

Selesai sholat ied aku dan keponakanku tercinta ingin mengisi perut kami yang keroncongan. Rasanya sudah tak sabar mengecap mie ayam yang sudah menjadi langganan kami berdua. Ditemani rintik-rintik hujan kami terus berjalan. Yah ini sangat penting untuk melepas rindu kami karena satu bulan ini kami berpuasa.

Sekitar jam 4 setelah sholat ashar kami mengunjungi rumah sanak keluarga kami dengan membawa sedikit kue khas lebaran di tempat kami. Rasanya ada 3 orang yang menungguku ditempat parkiran motor. Rasa penasaran pun muncul dibenakku. Siapa mereka? Makin mendekat rasanya aku makin mengenali mereka. Ya ampun itu kan “jiji,putra,dan faizal” aduh aku harus bagaimana? Ah, santai saja pikirku. Diakan bukan siapa-siapa ku lagi. Anggap saja hanya seperti bertemu teman masa kecil seperti biasanya. Dengan senyuman kusapa mereka.

“hai lin, minta salam lebaran dong” ujar jiji padaku.

Aku tersenyum sambil mengangkat tanganku seperti khas gaya islam.

“Kalian sombong sekarang ya?” ujarku berupaya mengalihkan pembicaraan.

Rasanya tidak enak juga pada mereka. Nanti mereka pikir aku yang sombong,aku yang berubah. Ah, terserahlah….

            “masa iya, apa gak sebaliknya?” jiji berupaya membalikkan perkataanku dengan senyuman yang dulu biasa kulihat.

            “kalian mau kemana?”

            “ini ngantarin teman” ujar jiji sambil menoleh kebelakang.

            “Ohhh..” ujarku migkat.

Ih, si Faizal itu kenapa sih. Gak sopan bangat deh. Masa menghadapkan punggungnya padaku. Apa dia malu? Apa dia gak mau lagi liat aku? Atau???? Sejuta pertanyaan berkecamuk didadaku. Ah, entahlah…

            Aku pergi….

****

            “Hai lin, Faizal menunggumu di depan kelas” suara itu membangunkanku dari lamunanku yang tak berujung.

            “apa? Faizal? Bukankah tadi dia hanya menghadapkan punggungnya padaku. Apa secepat itu berubahnya?”

            Ku telusuri gang-gang sekolah. Kuhampiri sahabatku rahmi yang sedang duduk dikursi taman.

            “mi, katanya…” ujarku agak tak percaya.

            “ya lin, Faizal nunggu kamu tuh. Didepan kelas. Selamat ya”

Rahmi tampaknya senang sekali. Aku saja tidak percaya dengan berita itu. bagaimana mungkin?.

Ah terus sajalah pikirku. Kulihat disana ada Faizal yang sedang duduk menunggu. Ku hampiri gak ya?.

“ada apa fai, katanya kamu manggilku ya?”

“iya, emangnya kenapa?

“gak…..”

Faizal menatapku. Tatapannya dalam sekali. Dia menarik tanganku. Didekap didadanya. Dan membisikkan sesuatu

            “lin, kamu masih mau kan jadi pacarku”

            Kulepaskan tanganku darinya.

            “kamu kan sudah punya pacar Fai, aku tau itu. namanya nadia kan?”

            “Ssttt!! Aku akan putuskan dia. Aku gak pernah benar-benar cinta sama dia. Lin, setelah dua tahun berpisah aku sadar, yang aku cintai itu Cuma kamu” ujar Faizal sambil menatapku.

            “tapi Fai, aku gak mau yang waktu SMP terulang kembali. Kamu pergi ninggalin aku tanpa sebab. Aku gak mau itu lagi Fai?” aku juga tidak tahu. Kenapa kata-kata itu yang terlontar dari mulutku ini.

“lin, aku berharap kamu percaya hal ini. Hal itu gak kan terulang lagi. Beri aku kesempatan lagi lin. Aku akan perbaiki semuanya”.

“aku masih sayang kamu lin, sama seperti 2 tahun yang lalu”.

“tapi Fai,…”

            KRING…KRING….KRING…. WAKTUNYA UNTUK BANGUN SEKARANG JAM ENAM TEPAT.

            “Lin!! Bangun, belum sholat subuh kan? Lin…” mama memanggilku berulang kali.

            Perlahan kubuka mataku. Dengan samar-samar kulihat sinar mentari yang mulai menembus jendela kamarku. Aku sendiri jadi bingung. Kenapa bisa lagi tidur begini. Apa semua yang tadi terjadi hanya mimpi??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s