BUKAN RAMA DAN SINTA

BUKAN RAMA DAN SINTA

  1. Cerita cinta smp

Hujan rintik menemani ku yanng memandangi langit tak tentu arah, entah apa yang sedang kupikirkan. Tiba –tiba saja bayangan masa lalu menyelinap dalam ingatan. Ah, betapa bahagianya jika aku kembali ke masa itu. Masa dimana hanya ada cintanya dan cintaku, tak ada gadis itu yang akhirnya sebagai pemenang.

“Hei buk, pagi-pagi kok ngelamun gitu? Mikirin apaan?” ujar Wardah sambil menepuk bahuku yang tiba-tiba saja muncul dari belakang

“ah lu Da, kaget tau!! gw kira setan dari mana pula yang muncul disiang bolong gini”

“enak aja lo, jawab dulu deh. Mikirin apaan??” wardah berusaha melototiku

“hahaha.. gak takut gw Da, mata sipit gitu melototin gw”

“ya udah, gitu sekarang?? Gw pergi nih, kalau ada perlu jangan manggil gw lagi ya!!”

“oowh, ngancam ceritanya nih?? Kasih tau gak ya?? Hahaha…”

“ya udah!!”

“jangan ngambek gitu dong Da, gw mikirin lo. Jangan ngambek lah” aku tersenyum puas memandangi wajah sobatku yang mulai kesal

“ya ya.. tapi gw gak percaya ya”

Perbincangan kami terpaksa diberhentikan oleh bel sekolah yang berbunyi.

****

Pagi yang cerah. Secerah hati yang mendampakan cinta darinya. Tak bisa kupungkiri, hatiku berdegup kencang saat kami berjumpa. Ini pengalaman pertamaku dengan perasaan ini. sejuta pertanyaan berkecemuk didalam dada ingin tahu tentangnya. Apakah dia merasakan hal yang sama? Apa yang dipikirkannya tentang ku?

Sebut saja namanya Alfa. Dia sosok cowok tampan, pintar dan sedikit arrogant disekolahku. Hampir semua kalangan cewek mengenalnya, tak sedikit yang mencoba peruntungan untuk menjadi kekasih Alfa. Dan parahnya mereka semua ditolak Alfa. Aku yang mendengar berita ini terkadang sedikit merasa kasihan kepada mereka dan tentunya banyak merasakan kebahagiaan dengan masih terbukanya kesempatan untukku.

“pagi Alind”

Sosok yang mengejutkanku dengan klatson motornya digerbang sekolah.

“pagi..”

Aku tak melirik siapa pemilik sapaan pagi itu, gerbang sekolah baru dibuka dan para siswa berdesakan ingin memasuki gerbang sekolah .Hal Ini menyibukkanku sebagai pengendara motor yang belum berpengalaman ke sekolah.

Kring!!! Kring!!

Kami mulai berbaris rapi mengikuti intruksi dari wakil kepala sekolah yang terkenal galak seantero sekolah.

“kelas IX.1 ketua kelasnya mana?” pak wakil kepala sekolah mulai mendekati barisan kelas kami yang tak bertuan.

“Alfa!! Maju lagi.. lo kan ketua kelasnya??”

“males, lo aja yang maju”

“kok gw??”

“lo ataupun gw kan sama aja, anggap aja lo pengganti gw lah”

“mana bisa gitu?? Gw kan Cuma sekretaris..”

“ayolah Alind, ya ya ya.. please”

“ya gak bisa gitu lah”

“ya udah!!”

Akhirnya Alfa melangkahkan kakinya dan menyiapkan barisan kami. Terkadang aku tak tau apa yang terjadi diantara kami. Aku sosok cewek yang cuek dan Alfa sebagai cowok yang nyebelin dan suka mengganggu. Terkadang aku merasa bahagia dengan pertengkaran-pertengkaran kecil yang kami lalui.

***

Ah, tugas kali ini benar-benar memusingkan kepala. Masa satu buah buku Bahasa inggris diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan hanya diberi waktu satu minggu untuk menyelesaikannya. Tiada hari tanpa bergelut dengan kamus, alfalink, dan buku-buku coretan yang bertebaran. Mama marah, ya wajar saja karena aku berhasil membuat ruang tamu seperti kapal pecah selama seminggu ini. dan aku bertekat untuk tak memberikan contekan kepada siapapun itu.

Buku berwarna pink muda sedang ku bawa menuju ruangan guru. Ya, aku sengaja memilih warna pink karena merupakan warna kesayanganku. Ku gandeng tangan Olivia kesana dengan tergesa-gesa.

“alind!!” ujar seseorang tang mengejutkanku dari belakang.

“apaan??”

“jangan cemberut gitu dong” Alfa tersenyum sambil memegang sebuah buku latihan

“ya, apa?? Lagi gak da waktu buat bercanda nih!!”

“bawain buku abang ya?? Yaaa Alind??”

Aku tergelak “apaaa??ABANG??? hahahaaa”

“mau gak ?”

“ya udah, sini!!”

Aku pergi meninggalkan Alfa dengan perasaan yang tak bisa kupastikan. Aku bisa dibilang sangat pandai dalam hal menyembunyikan perasaan ini. Tak ada satu orangpun yang tau, mungkin hanya aku dan Allah saja. Rasanya suatu hal yang tak pernah kubayangkan. Alind, sadar Alind mungkin saja itu hanya trik untuk meminta pertolongan kan?? Ah, sudahlah. Akhirnya aku pun berlalu dengan perasaan ini.

***

Kring! Kring!

“ yes!!, istirahat. wardah loe ikut gak?”

“kemana?”

“ ke kantin lah!”

“ya, tunggu”

“cepat dikit lah.. laper nih wardah!!” aku melangkah dengan terburu-buru.

“ya.. ya… alind cerewet”

“alind!!”

“ya???” wardah menggenggam erat tanganku.

“gw mau curhat nih, tapi jangan bilang siapa-siapa ya?”

“haha.. gimana bagusnya ya?? Ok ok.. mau bilang apaan??” kupandangi wajah wardah yang wajahnya yang mulai memerah

“sebenarnya gw suka sama Alfa” ujar wardah sambil menutupi mukanya dengan telapak tangannya.

Jlebb.. kenapa dada gw jadi sesak begini. Apaaaa??? Seandainya gw bisa bilang sama wardah kenapa harus alfa?? Seandainya gw juga bilang kalau alfa adalah cinta pertama gw. Ah, seandainya dan seandainya.. sayang gw gak pernah berani mengungkapkannya.

“alind!! Kok jadi lo yang bengong sih, jadi tanggapan lo gimana? Gw mintak sarannya lo sebagai sahabat gw nih!” ujar wardah yang memandangi ku dengan penuh pertanyaan.

“haha… ga apa-apa kok, gw heran aja. Sejak kapan tuh? Kok baru sekarang lo bilang?”

“sejak kelas VIII lind, lo bisa bantuin gw kan?? Lo kan udah lama kenal sama alfa tuh.. ok ok” wardah mulai mendesakku dengan tampilan manjanya.

“ya ya..”

***

Ah.. kenapa turun hujan segala? Aku malas sekali rasanya dengan bangun dari tempat tidur. Udara dingin mulai merasuk ketulang, kutarik selimut yang masih terlipat rapi di tempat tidurku. Oh, tidak!! Hari ini aku ada piket kelas. Aku Lansung melompat dari tempat tidur dan kusambar handuk yang berada dihanger belakang pintu dan ternyata aku bisa memakai seragam dalam 5 menit.. sungguh prestasi yang membanggakan.

“mah, alind berangkat ya??” dengan bergegas mengeluarkan motor dari rumah.

“gak makan dulu?”

“gak mah, udah telat nih..”

Oh my god, ban motor pake bocor segala. Bagaimana ini? akhirnya kuambil payung dan tetap berangkat ke sekolah.

“alind! Mau nebeng gak?”

“yaaa.. yang cepat ya? Gw ada piket kelas nih”

“sip tuan putri”

“apa sih loe?(apa?? tuan putri?? Mimpi apa gw semalam??)

“ fa, loe udah punya cewek belum?”

“napa loe nanya, loe mau nembak gw?”

“ya bukan lah.. teman gw ada yang suka sama loe, makanya gw nanya..”

“belum kepikiran buat pacaran lind, gw lagi nunggu seseorang yang tepat. Kalau loe gimana?”

“sama”(nunggu lo maksudnya)

“Alhamdulilah, pintu pagar sekolah belum ditutup. makasih ya fa”

“ya alind”

Bersambung…

Jangan lupa ikutin kisah selanjutnya ya..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s