BUKAN RAMA DAN SINTA (6)

6. Pertemuan

Dengan pakaian rapi dan semangat baru aku melangkahkan kaki menuju halte bus. Ya, hal ini pun mungkin juga sama seperti karyawan-karyawan baru lain rasakan. Sesekali kulirik kaca mobil didepan yang sedang berjejer rapi mempersilahkanku untuk memastikan kesiapan penampilan pertamaku di kantor. Aku diterima bekerja disebuah bank milik swasta sebagai  kredit analysis. Sebuah pekerjaan yang baru bagiku yang masih menyandang gelar fresh graduated.

Menjadi karyawan baru bukan berarti perjuangan harus berakhir, hari ini kami ada pelatihan dan pemberian materi mengenai perusahaan tempat kami bekerja. Lelah, itu pasti. Tapi tak boleh ada kata menyerah yang boleh terucap. Akhirnya kami sampai pada materi terakhir untuk hari ini, kami dipersilahkan untuk mengenal para senior yang menghadiri penutupan hari ini.

Tunggu dulu, rasanya aku sangat mengenal pemilik senyum manis itu. Pria tampan yang berdiri beberapa meter di depanku yang sedang asyik bercengkrama dengan sekelompok pria yang juga mengenakan setelan jas dengan gunting rambut yang sangat rapi. Astaga, bukankah itu Alfa?? Alfa juga bekerja di bank ini? Bukan! Ini mungkin saja sebuah ilusi saja atau bahkan seseorang yang agak mirip saja.

Aku berhasil menepis pikiranku tentang pria itu, kemudian kulirik jam tangan yang sedari tadi minta diperhatikan. Ya, sekarang memang sudah waktunya kembali ke kos-an.

“hai, karyawan baru juga ya?” ujarku menyapa wanita cantik dengan setelan kantor yang sangat fashionable yang juga sedang menunggu di halte dekat kantor kami

“ah, bukan. Aku kerja di kantor sebelah, lagi nunggu jemputan” jawabnya sambil sesekali memperhatikan layar smartphone di tangannya

“ooh, sepertinya kita akan sering bertemu. Perkenalkan namaku Alind, kamu?”

“aku tasha, panggil acha saja”

“udah lama kerja di situ cha?”

“belum lama juga sih, hampir satu tahunanlah. Eh maaf alind, sepertinya aku duluan ya..”

“oh yaaa”

Toyota avansa putih itu menepi. Sesosok pria yang mobilnya datang dari arah kantorku pun menghentikan mobilnya sambil menurunkan kaca mobil.

“sayang, udah lama nunggu yaa”

“nggak kok, ini juga ditemani teman aku. Oh ya alind, aku duluan yaa..”

Sosok pria itu keluar dari mobilnya, setelah Acha  menyebut namaku. Wajahnya memang tidak terlihat jelas. Tapi aku merasakan sesuatu yang berbeda, seperti dejavu . ah entahlah..

Astaga, sepertinya dia laki-laki yang kulihat tadi. Alfakah?? Sekarang tampilannya memang berbeda. Tambah tinggi, dadanya lebih bidang, ditambah lagi dengan setelan kantor yang melekat di tubuhnya.

“Alind??”

“Alfa??”

Ini pasti mimpi, sama seperti beribu mimpi-mimpi sebelumnya yang aku alami. Alfa selalu saja datang dengan semua kejutan-kejutan romantisnya dan kemudian tiba-tiba saja pergi.

“hey! kok kalian malah bengong. Udah pada saling kenal yaaa” ujar Acha yang sepertinya sangat kebingungan

Aku masih belum bisa membayangkan kalau semua ini adalah sebuah kenyataan. Tuhan, kalau ini mimpi tolong aku segera dibangunkan. Mimpi lagi? Tidakkah cukup beribu mimpi selama bertahun-tahun ini?

“iya sayang, ini Alind. Teman lama aku” Alfa menjawab pertanyaan acha

“ah, begitu” jawab acha yang sepertinya masih agak kebingungan sambil menatap Alfa yang masih berdiri di depannya

Tunggu dulu, alfa memanggil acha sayang?. sepertinya semua harapan-harapan aneh yang ada selama ini pupus sudah. Begitu juga mimpi-mimpi indah yang sering menghampiri. Seindah apapun mimpi itu, bukankah itu tetap sebuah mimpi?

“kalian…”

“alfa tunanganku lind, kami bertunangan sebulan yang lalu”

“tunangan??” aku menjawab dengan penuh pertanyaan.

Rasanya aku ingin berteriak, menangis sekeras-kerasnya. Ini sebuah kenyataan yang tak pernah aku harapkan, membayangkannya saja aku tak pernah.

“aku duluan ya..”

Aku berlalu, tak mempedulikan alfa yang memanggil-manggilku. SekilasTerdengar sayup-sayup pertengkaran mereka. I don’t care.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s